Bahagiakan Diri Dulu

BAHAGIAKAN DIRI DULU, BARU ORANG LAIN
.
.
.
Assalamualikum good people ...
pernah gak sih teman-teman mendengarkan kalimat ini "Bahagiakan diri dulu baru bahagiakan orang lain" atau arahan ketika berada di dalam pesawat "Selamatkan diri dulu baru selamatkan yang lain".
nah teman-teman pernah kepikiran gak kenapa kita diminta untuk menyelamatkan diri dulu?

Pertama kali mendengarkan kalimat ini, saya sempat berfikir kalau ini adalah kalimat teregois yang pernah aku dengar, bagaimana mungkin kita diminta untuk mengutamakan kebahagiaan diri kita dulu dibanding orang lain.
tentunya butuh waktu yang tak sebentar untuk saya memahami kalimat ini, ada pro dan kontra dalam pikiranku yang tak bisa ku atasi.
Hingga suatu hari saya memahami bahwa ternyata bukan kalimatnya yang egois, tapi sayalah yang egois, saya egois terhadap diri sendiri.

nah setelah membaca di atas, mungkin teman-teman masih bingung kenapa saya mengatakan diri sayalah yang egois, bukan kalimat tersebut.

jadi setelah banyak bertanya dan juga bimbingan dari salah satu mentor, memang benar adanya kalimat ini harus kita pahami dan harus kita aplikasikan.
ketahuilah kita tidak akan pernah hidup bahagia jika kita sendiri membohongi diri kita sendiri.
sebagai manusia, perasaan ingin membahagiakan orang lain atau terlihat baik di mata orang lain memang adalah hal yang wajar-wajar saja, namun sekaligus menyiksa jika kenyataannya tidak seperti apa yang terlihat.
Sudah berapa banyak upaya yang telah kita lakukan agar bisa membuat orang nyaman dan bahagia dengan apa yang kita lakukan?
Sudah berapa kali kita membohongi diri sendiri agar terlihat menyenangkan di mata orang lain?

berikut akan saya berikan contoh, betapa egoisnya saya terhadap diri sendiri.
sewaktu SMA, saya berusaha keras untuk terlihat baik di depan teman-teman saya, biar dikatakan tetap kompak dalam grup, maka saya siap untuk melakukan apa saja demi mereka, saya banyak melakukan hal hal yang sebenarnya hati kecil saya tak menginginkannya, tapi apa boleh buat, demi membuat teman-teman saya bahagia, maka kebutuhan diri saya pribadi tidak saya pedulikan. Alhasil, meskipun banyak tertawa tapi tetap saja bathin saya tidak ikut merasakan kebahagiaan tersebut.

teman-teman bisa jadi juga mengalami hal yang sama, atau mungkin ada pengalamn lain yang dirasakan.

sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membahagiakan diri kita terlebih dahulu, yaitu dengan cara fokus terhadap apa yang menjadi kebutuhan pribadi kita sendiri. berikut akan saya paparkan beberapa cara untuk membahagiakan diri sendiri:
 1. Kenali diri sendiri
salah satu akibat seseorang tidak mampu membahagiakan dirinya sendiri adalah tidak mampu mengenali dirinya, kesukaannya apa? potensinya apa? bakatnya seperti apa? alhasil selalu mengikut kemanapun arah orang melangkah, entah dari keluarga maupun lingkungannya. Untuk saya pribadi, saya sering menuliskan hal-hal apa saja yang membuat saya bahagia, kemudian saya akan melakukannya dengan mencari teman-teman yang sefrekuensi dengan saya, contoh: saya sangat senang berbicara dan menjelaskan sesuatu, saya senang berdiskusi dan saling bertukar pikiran dengan orang lain, untuk itu saya berusaha mencari komunitas yang saya yakin bisa meningkatkan kemampuan saya, seperti masuk di organisasi kampus yang bergelut pada bidang public speaking atau yang lainnya.
2. Berani berkata TIDAK
perasaan tidak enak seringkali menjadi alasan untuk menolak ajakan teman, karena perasaan tidak enak kepada orang lain membuat kita lupa bahwa secara pribadi bathin kita tidak ingin melakukannya. Kita selalu saja mengatakan IYA kepada ajakan teman, seakan kita tak punya prinsip dalam hidup. untuk itu, mulai dari sekarang pilah pilihlah ajakan teman mana yang memberikan manfaat dan mana yang tidak.
3. Fokus pada kemampuan diri
ketika seseorang telah mengenal potensi atau interestnya terhadap sesuatu, maka yang perlu dilakukan adalah tetap fokus dan terus meningkatkan potensi tersebut, kesampingkan dulu hal-hal yang membuat kita tidak berkembang. Contoh ketika seseorang telah mengetahui bahwa "public speaking" adalah potensinya, maka dia harus fokus dan terus berlatih atas kemampuannya tersebut.

demikianlah yang dapat saya tuliskan pada blog kali ini, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan silahkan memberikan masukan pada kolom komentar agar si penulis tetap bisa meningkatkan kemampuan menulisnya. :)

Jangan lupa juga Follow Instagram @wildana_sabaruddin.... Terimakasih

wassalamualaikum wr.wb...

Komentar